Jangan Dibuang Bongkol Nanas Ternyata Mengandung Bromelain yang Berguna Mengurangi Resiko Stroke, Obat Kolestrol,Diabetes dan Kanker!!

Diposting pada

Jika Anda termasuk salah satu penggemar buah nanas, coba mulai untuk tak membuang bonggol deh! Lho, kenapa? Perlu Anda ketahui,
bonggol nanas punya khasiat luar biasa lho, salah satunya bisa menyembuhkan penyakit kanker. Wow!
Manfaat buah bagi kesehatan tubuh sudah tak diragukan lagi. Nanas misalnya. Namun kebanyakan kita saat makan nanas selalu membuang
bagian tenganya. Padahal bagian tengah atau inti dari buah nanas yang agak keras itu menyimpan manfaat yang masih jarang diketahui.
Bagian tengah buah nanas yang agak keras tersebut mengandung bromolin, zat yang berfungsi sebagai anti kanker usus dan lainnya. Bagi
pengidap kanker usus, bromolin melunakkan dinding-dinding sel sehingga obat dapat secara maksimal masuk ke inti sel.
Informasi penting ini konon sengaja dirahasiakan para medis. Jika info penting ini beredar ke masyarakat luas, mereka khawatir industri
obat sedunia terancam bangkrut.
Para ilmuwan di Institut Riset Medis Queensland, Australia meneliti khasiat lain dari buah yang memiliki kulit bersisik itu. Para ilmuwan
menemukan bahwa di dalam bonggol nanas terdapat dua molekul yang dapat mengobati kanker. Molekul pertama dapat merangsang sistem
kekebalan tubuh untuk membunuh sel-sel kanker. Sedangkan molekul lainnya menghentikan perkembangan protein sebanyak 30 % dalam
berbagai kasus penyakit kanker. Termasuk di antaranya kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus, dan kanker ovarium.
Lebih jauh lagi, uji coba terhadap hewan menunjukkan molekul-molekul dari bonggol nanas itu tidak mengakibatkan keracunan sedikit pun.
Selanjutnya para ilmuwan ini akan melakukan eksperimen terhadap manusia.
Nah, menurut penjelasan dr. Soelihanto, seorang ahli bedah dari Batam, bonggol buah nanas, sangat bermanfaat untuk memerangi kanker
usus. Kandungan bromelain dalam bonggol nanas mampu menurunkan kemampuan E. Coli untuk menempel pada dinding usus, sehingga
risiko terkena infeksi E. Coli seperti sakit pada saluran pencernaan/diare dapat dikurangi.
Seperti diketahui, menurut hasil penelitian, kandungan enzim bromelain dalam nanas paling besar ada pada bagian bonggolnya, yakni 65 %,
dan sisanya 35 % ada pada dagingnya yang biasa kita makan.
Khasiat bromelain dapat membantu penyerapan semua vitamin, mineral dalam tubuh. Pada penderita kanker, Bbromelain melunakkan
dinding-dinding sel sehingga obat dapat benar-benar menembus ke inti sel. Terus pemakaian obat-obatan hanya diperlukan 25% saja dari
dosis. Misalnya, antibiotik 100mg, kalau Anda makan b romelain, kita hanya perlu yang dosis 25 mg.
Bromelain ini telah diketahui mampu mengurangi pengentalan darah dengan mencegah platelet darah beragregasi dan menyebabkan
pengentalan/penyumbatan. Jadi bisa mengurangi risiko stroke, terutama pada penderita kolestrol tinggi, penyumbatan pembuluh darah, dan
diabetes.

Nah, berikut ini manfaat bromelain lainnya :
Bromelain efisien menjaga kesehatan jantung karena mengurangi pembentukan abnormal bekuan darah dan terjadinya plak di arteri.
Karena kemampuannya memecah protein, bromelain berguna memecah protein dalam jaringan yang bengkak sehingga mengurangi kejang
otot.
Karena sifat analgesik dan anti-inflamasi, bromelain bermanfaat untuk pasien rematik. Enzim ini meningkatkan penyerapan sulfur dan
glukosamin yang penting untuk memperbaiki sendi.
Dalam kasus ligamen robek, bromelain membantu mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
Penyakit kulit yang berhubungan dengan peradangan kulit atau sensasi rasa gatal seperti pruritus dapat secara efektif disembuhkan dengan
bromelain.
Bromelain juga digunakan dalam produk untuk menyembuhkan luka bakar pada kulit sekaligus menghilangkan sel-sel kulit mati.
Sifat anti-inflamasi bromelain membantu menyingkirkan akumulasi lendir pada saluran pernapasan bagian atas sehingga mengurangi risiko
penyakit seperti sinusitis dan bronkitis.
Bromelain membantu menyembuhkan penyakit peyroni dengan memecah kolagen yang bertanggung jawab pada pembentukan jaringan
parut.
So, mulai sekarang kalau makan nanas, bagian tengahnya jangan dibuang ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *